Type Projector
jenis lcd

Ada 4 tipe proyektor yang umum beredar di pasaran, yaitu CRT, LCD, DLP, dan LCoS. Setiap tipe proyektor tersebut memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Maka dari itu setiap tipe proyektor memiliki keutamaan untuk digunakan di satu kebutuhan tertentu. Berikut adalah pembahasan dari masing-masing tipe proyektor tersebut:

1. Cathode Ray Tube (CRT)

Proyektor CRT berbentuk sebuah perangkat proyektor besar yang terdiri dari tiga lensa yang masing-masingnya mewakili tiga warna dasar yaitu merah, hijau, dan biru (Red, Green, Blue/RGB). Tiga lensa tersebut digabungkan dengan lensa pembesar cahaya yang bisa memproyeksikan gambar berwarna ke sebuah layar besar di ruangan yang gelap. Dengan perpaduan sirkuit video yang tepat, ukuran CRT dan kombinasi lensa, maka proyektor CRT ini bisa menghasilkan gambar dalam resolusi yang tinggi.

Proyektor CRT adalah proyektor yang menjadi pertimbangan utama apabila Anda sangat membutuhkan proyektor yang bisa menghasilkan gambar dengan resolusi yang sangat tinggi. Proyektor ini juga bisa menghasilkan warna hitam yang paling hitam apabila dibandingkan dengan jenis proyektor yang lainnya. Selain itu, proyektor ini juga memiliki daya tahan hingga 20.000 jam pemakaian. Sangat berbeda jauh dengan proyektor-proyektor lain yang rata-rata hanya optimal digunakan hingga 1.000 sampai 2.000 jam saja sebelum lensa/komponen lainnya harus diganti.

Berbagai keunggulan di atas berbanding lurus dengan harganya. Proyektor jenis CRT biasanya memiliki harga yang sangat mahal sehingga rata-rata konsumennya adalah tingkat korporat yang memiliki budget lebih. Proyektor CRT membutuhkan sebuah ruangan yang cukup luas untuk mengoperasikannya. Ruangan di mana layar akan diproyeksikan juga harus benar-benar gelap supaya hasilnya optimal. Selain itu, dibutuhkan juga seorang ahli yang benar-benar bisa mengatur dan mengkombinasikan tiga lensa proyektor CRT supaya bisa menampilkan gambar dengan hasil yang optimal. Satu lensa saja tidak berimbang dengan lensa yang lainnya, maka gambar yang diproyeksikan tidak akan menjadi gambar yang baik lagi. Pengkombinasian ketiga lensa ini harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan warna dan kecerahan yang maksimal.

 2. Liquid Crystal Display (LCD)

Proyektor jenis LCD/Liquid Crystal Display merupakan jenis proyektor yang paling banyak digunakan di kalangan umum dikarenakan harganya yang paling terjangkau, dan sifatnya yang portabel sehingga mudah untuk dibawa-bawa ke mana-mana.

Proyektor LCD menghasilkan gambar yang terang karena menggunakan LED backlight. Meskipun memiliki tiga panel LCD yang menangani masing-masing warna dasar, proyektor LCD hanya memiliki satu sumber cahaya sehingga pengguna tidak perlu repot mengatur cahaya seperti yang harus dilakukan pada proyektor CRT.

Proyektor LCD ini memiliki tingkat akurasi warna yang baik, tetapi akan memudar bila diproyeksikan pada bidang yang terlalu besar. Hal ini membut proyektor LCD yang umum hanya cocok digunakan di tempat-tempat yang tidak terlalu besar seperti ruang kelas, atau ruang kantor. Bila ingin menggunakan proyektor LCD di tempat yang besar pastikan memilih proyektor LCD yang memiliki lumens yang juga besar agar gambar yang dihasilkan tetap tajam, cerah, dan tidak kabur.

3. Digital Light Processing (DLP)

Proyektor jenis DLP (Digital Light Processing) menggunakan teknologi digital untuk memproses dan menghasilkan gambar yang diproyeksikannya. Input gambar akan dikonversi menjadi data digital kemudian disimpan di hard disk. Selanjutnya hasil konversi tersebut diproyeksikan ke layar.

Proyektor DLP memiliki tingkat akurasi warna yang baik, memerlukan power yang lebih sedikit, serta tingkat kontras dan kecerahan yang tinggi. Saat ini teknologi DLP ini paling banyak diminati untuk keperluan home theater.

4. Liquid Crystal on Silicon (LCoS)

Proyektor LCoS merupakan hasil perpaduan dari teknologi proyektor LCD dan DLP. Proyektor jenis ini memiliki tingkat kualitas gambar yang paling baik dibandingkan dengan jenis proyektor lainnya. Akan tetapi karena masih termasuk ke dalam teknologi baru, proyektor jenis ini masih dibanderol dengan harga yang mahal dan belum banyak juga orang yang tertarik untuk memilikinya, karena  fungsinya masih bisa digantikan oleh proyektor LCD maupun DLP.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>